Monster (Part 2 End)

GD terdiam begitu mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Bom. Begitu pula dengan Yoona. Wajah mereka berdua sangat terkejut. Tak menyangka Bom akan mengucapkan hal itu. Tapi tangan kanan GD meraih leher Bom lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Bom.

            “Bommie-ah..” kini kedua bibir mereka saling melekat, membuat air mata Bom makin deras dan mengalir di pipi GD. Ia dapat merasakan bibir GD yang dingin bagaikan es. Begitu GD melepaskan ciumannya, ia tersenyum kecil ke arah Bom.

            “halo, GD.”

            Sebuah suara terdengar dari belakang Bom. Sosok empat orang pemuda yang berpakaian aneh berdiri dibelakang mereka. GD mengangkat tangan kanannya lalu tersenyum miring.

            Seorang lelaki dengan rambut berwarna perak muncul dibelakang Yoona dan membantunya berdiri, sementara lelaki dengan rambut cepak merapikan puing-puing dan darah yang berceceran dengan sihirnya.

            Lelaki yang menyapa GD tadi mendekatinya lalu duduk disebelahnya, sambil menyembuhkan beberapa luka di tubuh GD, sementara GD hanya meringis kesakitan.

            “bagaimana? Apa ia bisa sembuh?” tanya lelaki berambut cepak tadi. Lelaki berambut biru langit yang sedang mengobati GD menggeleng.

            “kita harus minta bantuan yang lain. Kalau tidak segera, ia takkan selamat.” Ucap lelaki itu tenang.

            “berarti… kita akan kembali ke dunia monster?” sela Yoona kemudian. Luka di pipinya sudah menghilang berkat bantuan sihir pemuda berambut perak tadi.

            “tentu saja.” Jawab lelaki berambut biru itu singkat. Ia bangkit berdiri lalu memberi tanda pada yang lainnya.

            “Bommie-ah….” gumam GD dengan sisa-sisa tenaganya sambil berusaha mengelus pipi Bom, yang masih berlutut disebelahnya dengan air mata yang masih mengalir. “mianhae….” ucap GD lalu menutup kedua matanya. Takada lagi suara yang keluar dari bibirnya.

            “baiklah, sepertinya kita sudah harus pergi.” Lelaki berambut biru tadi menjetikkan jarinya, dan tiba-tiba saja tubuh GD sudah melayang dan terbungkus oleh sebuah bola bening. Sosok keempat lelaki tadi mulai terlihat akan menghilang, begitu pula dengan Yoona. Lalu Yoona membisikkan beberapa kata pada lelaki berambut biru yang langsung mengangguk.

            Lelaki berambut biru tadi menjentikkan jarinya sekali lagi ke arah Bom, lalu mengucapkan beberapa mantra. Seluruh tubuh Bom tiba-tiba terasa sangat lemas, hingga akhirnya ia jatuh tergeletak diatas lantai. Di detik terakhir ingatannya, yang ia ingat hanyalah permintaan maaf dari GD… permintaan maaf yang tulus dari seorang monster…

 

 A/N: Part2 singkat banget yak?._. wks sori-___-v

            

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s