Don’t Say Goodbye

 

Cast:

Lee Donghae

Jung Jessica

Category: Sad

Author: @JS_YoonaSNSD

Song: Don’t Say Goodbye – Davichi

A/N: usually, i made this ff because someone wants me to. Yeah… gue bukan HaeSica shipper sih. But sometimes, i ship them really hard. Jadi maaf kalau ada banyak typo, salah nulis, atau hal-hal yang gatepat. Terus bagian yang kata-bahasa inggris, itu lirik lagunya yak. Gue bikin ini Cuma sehari, tapi nguploadnya berminggu-minggu kemudian. Aww. Betewe maap kalau ceritanya kurang sedih. Okesip u_u

This Fanfic specially made for @JS_SNSDJessica, my Ice Princess eonni. Hope u will be happy after read thif FF, eonni! ;D

 

 

I saw your trembling lips for the first time

you try and you try but hesitate to say something

just like the lyrics from a song- sad predictions come true

            “sica-ah, bisa kita bertemu di cafe biasa?” suara Donghae terdengar agak gemetar diseberang sana. Senyum langsung mengembang di wajah Jessica. Buru-buru ia bangkit berdiri, tanpa memperdulikan Yoona yang sedang berbaring disebelahnya meringis kesakitan karena terlempar botol kuteks milik Jessica.

            “ne, Haeppa! Tunggu aku! Aku akan segera kesana!”

            “m-mwo….?”

            Dan kini disinilah Jessica, di sebuah cafe bernuansa natal yang tenang, tapi tetap membawa kegembiraan natal. Penampilannya tampak berbeda hari ini. Kenapa? Yup, hari ini Christmas Eve pertama yang dirayakannya dengan lelaki tampan di hadapannya, Lee Donghae. Donghae juga terlihat agak berbeda. Penampilannya jauh lebih resmi daripada biasanya. Yang berbeda hanya satu. Gelang mungil berbentuk ikan  pemberian Jessica tidak dikenakannya seperti biasanya.

            Dari luar cafe  terdengar tawa bahagia yang begitu menyenangkan. Tapi tidak dari sudut cafe ini, dimana Jessica dan Donghae duduk berhadapan. Hanya mereka berdua. Takada ekspresi senang terpancar di wajah mereka. Wajah Jessica yang terkejut tak percaya, dan wajah Donghae yang merasa bersalah.

            “mianhae, Sica…” hanya itu kata-kata yang diucapkan Donghae setelah ia berkata panjang lebar tentang alasan utamanya memutuskan hal itu. Tak ada lagi kata yang terlontar dari bibir Donghae. Sekarang ia hanya menunggu jawaban Jessica, yang terdiam tanpa ekspresi.

            “wae…?” gumam Jessica lirih. Tenggorokannya rasanya tercekat. Bukan, bukan karena udara yang dingin. Tapi karena Donghae. Lee Donghae. Namja chingu yang sangat dicintainya itu. Mengucapkan kata yang ia pernah berjanji, takkan mengucapkannya. Kata-kata yang langsung menyayat hati Jessica…

no, it can’t be- it’s not- it can’t be

you already left me, your heart has left me

even your body has left me as well

i don’t know how to hold onto you- someone please tell me how

            FLASHBACK ON

“Haeppa belum juga menghubungi eonni?” tanya Yoona sambil menyomot keripik kentang dari piring Jessica sambil duduk bersila diatas tempat tidurnya. Jessica yang duduk dibawah lantai, dengan handphone di tangan kanannya hanya mengangguk lemah.

            “hng… sudah 2 minggu ia tidak menghubungiku. Mengirim pesan pun tak pernah. Teukppa bilang mereka akan sibuk karena jadwal yang padat… tapi Haeppa sudah berjanji kalau ia akan mengirimkan pesan, sesibuk apapun dia…” jawab Jessica pelan. Raut wajahnya terlihat lemas tak bertenaga.

            “kalau menurut yang kudengar, ini biasanya masa-masa sebelum sang lelaki akan memutuskan kekasihnya. Mereka akan menjaga jarak, supaya dapat mempersiapkan hati.” Celetuk Yuri kemudian. Taeyeon langsung memberinya death glare.

            Jessica terhenyak mendengar perkataan Yuri. Putus? Ah tidak mungkin. Donghae sudah berjanji padanya. Tidak akan mengucapkan kata putus bahkan walah bercanda sekalipun. Lagipula apa alasan mereka untuk putus? Jadwal yang padat? Sudah 6 bulan mereka menjalani hubungan ini, karir mereka tak terganggu sedikitpun. Bosan? Ah, untuk yang satu itu mungkin saja.

            Jessica bukanlah seorang gadis yang periang seperti Yoona, polos seperti Seohyun, dewasa seperti Taeyeon, baik hati seperti Sooyoung, bertalenta seperti Hyoyeon, seksi seperti Yuri, imut seperti Sunny, ataupun manis seperti Tiffany. Jessica hanyalah seorang Jessica Jung. Dan ia mencintai dirinya sendiri.

            “ya! Kwon Yuri! HaeSica adalah pasangan yang paling serasi! Tidak mungkin mereka putus kan?” seruan Taeyeon seketika membuyarkan lamunan singkat Jessica. Jessica menoleh pada kid leadernya yang tersenyum mantap itu. Senyuman mengembang di wajahnya.

            “betul! Aku dan Haeppa saaaaangggaaaatt serasi! Tidak mungkin kami putus. Iya kan?”

please don’t say those words tonight

why did you leave me? I’m so hurt, my heart hurts- tears are rising

we can’t say goodbye yet- don’t open those lips any wider

don’t say goodbye

            “t-tapi… wae..? Haeppa s-sudah berjanji k-kan…?” tanya Jessica terbata-bata. Bibir bawahnya digigit pelan, dan ujung roknya dicengkramnya erat. Kepalanya ditundukkan untuk menyembunyikan kedua bola matanya yang mulai berair.

            “sica-ah…” gumam Donghae lemah. Jessica terlihat sangat rapuh didepannya. Seorang Ice Princess di hadapannya sedang meleleh perlahan-lahan, akan hancur karena kerapuhannya. Tapi ia tidak bisa berbuat banyak. Pelukan hangat, ciuman mesra, elusan lembut di kepala itu takkan mempan lagi untuk menghibur Jessica. Takkan lagi.

            “oppa jahat! Oppa… oppa kan s-sudah berjanji…. oppa b-bilang… oppa menyayangiku… k-kita takkan berpisah kan…? op-oppa pasti bercanda…” Jessica mengangkat kepalanya lalu mencoba untuk tersenyum, ingin menyelesaikan candaan yang dibuat Donghae. Tapi raut wajah dan tatapan mata Donghae yang serius membuat senyumannya runtuh seketika. Ia tahu, Donghae serius dengan ucapannya. Tiap huruf yang keluar dari bibir Donghae sekarang bukanlah candaan semata. Ia serius, dan Jessica tahu, hatinya akan segera hancur berkeping-keping….

at your cold words, i sank down

as if the world crumbled down, tears fell

            “mianhae Sica-ah… tapi kurasa kita tidak cocok lagi. Ya, aku memang pernah berjanji untuk takkan berpisah, tapi, siapa yang tahu? Sica, dengar. Hati manusia gampang sekali berubah. Dari benci, jadi suka. Begitu pula sebaliknya. Aku tidak membencimu. Tapi tidak juga menyukaimu. Aku sekarang menganggapmu sebagai seorang rekan kerja… keluarga… dan seorang saeng. Tidak lebih, Sica. Tidak lagi.”

if this moment passes, if this moment is over

we will be separated forever

i love you, i love you to death-

don’t leave me

            “a-aku…”

            “ayo kita akhiri sampai disini, Sica.”

please don’t say those words tonight

why did you leave me? I’m so hurt, my heart hurts- tears are rising

we can’t say goodbye yet- don’t open those lips any wider

don’t say goodbye

            Donghae mengunci bibirnya rapat-rapat setelah mengucapkan 6 kata tadi. Jessica tak dapat menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya. Sekarang Jessica tak lebih dari hanya puing-puing yang berceceran dihadapan Lee Donghae. Rapuh, lemah, tidak seperti seorang Jessica Jung.

            Jessica hanya bisa tetap terus menangis, meluapkan seluruh kesedihannya, mengungkap kelemahannya dihadapan Donghae. Donghae hanya menatapnya nanar. Kedua mataya juga ikut memerah, tapi ia menahan tangisnya sebisa mungkin.

            Donghae berusaha menenangkannya, memanggil namanya dengan lembut seperti biasanya, menggenggam tangannya erat. Tapi gagal. Jessica tak ingin semua itu. Kedua tangannya menutup telinganya. Ia tak ingin mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Donghae lagi. Itu hanya akan membuatnya lebih hancur, lebih rapuh, lebih lemah.

            Dan disinilah seorang Jessica Jung, dihadapan Lee Donghae. Menangis meluapkan semua kesedihannya. Melepaskan julukan ice princess-nya dan membuatnya terlihat sangat lemah di hadapan Donghae. Sosok Jessica Jung yang satu lagi, sosok sebenarnya yang sangat lemah dan rapuh. Sosok yang sangat dibencinya.

i don’t know what separation is- i’m just upset

i have so many stories, so many memories-

my heart is ripping

we can’t say goodbye yet- don’t open those lips any wider

            “aku pergi dulu, Sica. Selamat tinggal.” gumam Donghae kemudian setelah menjawab telepon dari manajernya. Ia bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu keluar. Jessica mengangkat kepalanya. Hanya punggung Donghae yang terlihat. Donghae yang meninggalkannya.

            Dan kini, hanya ia sendiri, duduk di tempat itu dengan tatapan kosong. Ia lelah. Sangat lelah. Ada bagian dari sudut hatinya yang telah hancur menjadi serpihan-serpihan tak berarti.

            Semua pengharapannya pada Donghae tak berarti lagi. Hati lelaki itu bukan lagi miliknya. Ada orang lain yang memilikinya. Jessica tahu itu menyakitkan. Tapi ia tidak ingin Donghae mengucapkan kata itu. Kata perpisahan….

don’t say goodbye

don’t say goodbye

 

A/N: hai._.)/ gimana Ffnya? Sedihkah? Atau abstrak? Haha-___- guekan newbie, jadi Ffnya gabisa keren pake banget pake z-___- udah yak, abal banget sumpah nih FF banyakan Author Note nya daripada ffnya-_- 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s